Materi Edukasi Sekolah Berjalan: Educofunopoly

Educofunopoly merupakan sebuah tema yang mengajak anak-anak mencintai lingkungan dengan berbagai permainan sederhana.
Tema ini menggunakan:
Metode : moving class, dengan 4 pos yang terdiri dari pos plastik, listrik, kendaraan, dan air.
Tujuan : mengajarkan anak berperilaku ramah lingkungan.
Waktu : perkenalan dan pembagian kelompok 30 menit, pembuatan yel dan perkenalan kelompok serta game awal 30 menit, pos 30 menit, moving 5-10 menit.
Alat dan bahan : disesuaikan per pos, kartu nama bentuk daun (bentuk lain juga boleh) dan pensil warna (untuk identitas adik-adiknya).

POS LISTRIK
Pada pos listrik ini, adik-adik diberi pengetahuan tentang asal-muasal energi listrik, sumber energi listrik, dan pemakaian listrik pada alat-alat dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, adik-adik juga diberi wawasan mengenai penggunaan listrik yang efisien dengan mempraktekkannya melalui sebuah permainan.
Tujuan Pos Listrik
a. Adik-adik mengetahui asal-muasal sumber energi listrik.
b. Adik-adik mengetahui cara penggunaan listrik yang efisien.
c. Pada adik-adik kelas kecil (kelas 1 dan 2) mampu membedakan alat-alat yang menggunakan energi listrik dan yang tidak.
Alat dan Bahan
a. Flash Card bergambar tiap ruangan suatu rumah 2 set.
b. Flash Card bergambar alat-alat yang menggunakan listrik 2 set.
c. Flash Card bergambar alat-alat rumah tangga biasa (non-listrik) 2 set.
Langkah dan aturan permainan
1. Flash card alat rumah tangga dan ¬alat listrik disebar atau disembunyikan secara acak.
2. Sebelum bermain, kakak penjaga pos menjelaskan secara interaktif kepada adik-adik tentang apa itu energi listrik, asal sumber-sumber energi listrik, cara pemakaian energi listrik, dan perubahan energi listrik.
3. Adik-adik dibagi menjadi dua kelompok dalam dua baris.
4. Kakak penjaga pos menyuruh adik-adik untuk mencari dan mengumpulkan flash card alat rumah tangga dan alat-alat listrik yang sudah disebar kemudian kembali ke barisan masing-masing kelompok.
5. Masing-masing ketua kelompok membagi flash card ruangan kepada tiap anggota kelompok.
6. Aturan permainanya, adik-adik akan diberi pertanyaan situasional tentang penggunaan listrik pada suatu acara di rumah.
Contoh pertanyaan: “Jika kita akan mengadakan sebuah acara pengajian di rumah kita, ruangan mana saja yang kalian gunakan dan alat-alat apa saja yang kalian perlukan?”
Kemudian adik-adik akan memilih ruangan mana saja yang akan dipakai (dipakai dalam arti dinyalakan lampunya) dan ruangan yang tidak dipakai (dimatikan lampunya) sesuai dengan kegiatan pada soal pertanyaan.
Jika ruangan dipakai, flash card ruangan diangkat ke atas dan diposisikan terbuka. Namun, jika ruangan tidak dipakai, flash card ruangan dipeluk dan diposisikan tertutup.
Jika sudah memilih mana ruangan yang terpakai dan yang tidak, selanjutnya adik-adik disuruh memilih alat-alat rumah tangga listrik dan non listrik yang bisa digunakan sesuai dengan kegiatan pada soal pertanyaan. Kemudian, flash card alat rumah tangga yang sudah dipilih tersebut harus dicocokkan dengan ruangan yang dipakai tadi sesuai penggunaan pada acara kegiatan yang dipertanyaakan dalam soal.
7. Kelompok yang menang adalah kelompok yang paling efisien menggunakan energi listrik, yakni kelompok yang memilih ruangan paling sesuai dengan kegiatan serta yang menggunakan alat-alat listrik paling hemat dan efisien sesuai kebutuhan (tidak boros).

POS AIR
Pada pos air, adik-adik belajar mengenai siklus air atau siklus hidrologi. Selain itu, adik-adik juga belajar untuk berhemat dan melestarikan sumber daya air.
Tujuan
a. Adik-adik mengetahui asal-muasal sumber daya air.
b. Adik-adik mengetahui siklus hidrologi.
c. Adik-adik sadar akan pentingnya air bagi kehidupan.
d. Menumbuhkan rasa kesadaran adik-adik untuk menghemat air dan mencintai lingkungan.
Alat dan bahan
a. Poster/gambar siklus hidrologi
b. 2 buah Ember 2 set
c. Botol 2 set
d. Sendok, kain, tutup botol, daun, plastik
Langkah dan aturan permainan
1. Adik-adik dibagi menjadi dua kelompok dan dibariskan.
2. Adik-adik diberi penjelasan oleh kakak penjaga pos mengenai siklus hidrologi menggunakan poster siklus hidrologi, mengenai penggunaan air , pentingnya air bagi kehidupan, dan anjuran untuk menghemat air.
3. Aturan permainan, adik-adik dibagi dua kelompok yang harus berkompetisi untuk memindahkan air dari satu wadah ke wadah lain yang diberi jarak tertentu. Cara memindahkanya adalah dengan melakukan estafet menggunakan berbagai alat yang memiliki tingkat kesulitan berbeda-beda, yakni dengan tutup botol, sendok, daun, dan botol yang ditaruh diatas kain.
4. Kelompok yang menang adalah kelompok yang mampu memindahkan air dengan cepat tanpa kehilangan banyak volume air yang tumpah.
5. Pada permainan ini adik-adik diharapkan bisa merasakan sulitnya proses mendapatkan air dan panjangnya proses siklus air untuk sampai ke tangan dan bisa digunakan di kehidupan sehari-hari sehingga adik-adik akan lebih bijak dan hemat dalam menggunakan sumber daya air.

POS KENDARAAN
Pada tema Educofunopoly terdapat salah satu pos bernama Pos Kendaraan. Pada pos ini, anak-anak diajarkan untuk mengenal berbagai macam kendaraan dan besar emisi yang dikeluarkan.
Tujuan: mengajarkan penggunaan angkutan umum dan meminimalkan penggunaan kendaraan pribadi untuk jarak yang dekat.
Alat dan bahan: flash card gambar kendaraan (ditambah emisi yang dihasilkan, cepat lambat, dan sedang), flash card berisi permasalahan (tujuan, waktu keberangkatan, dan waktu kedatangan, dan jumlah bahan bakar yang dibutuhkan).
Cara bermain :
Permainan terbagi dua, yaitu kelas besar (Kelas 4-6 SD) dan kelas kecil (Kelas 1-3 SD).
Kelas Kecil (Kelas 1-3 SD)
1. Permainan diawali dengan pengajar menyiapkan flashcard terlebih dulu dan flashcard jenis kendaraan disebar di beberapa tempat.
2. Ketika anak datang pengajar menceritakan dahulu terkait dengan penggunaan kendaraan dan emisi gas buang beserta asal muasal bahan bakar. Cara bercerita dilakukan dengan sederhana.
3. Kemudian anak-anak dibagi kedalam dua tim. Kedua tim tersebut kemudian berlomba untuk mencari flashcard kendaraan yang telah tersebar dengan petunjuk mencari perbedaan kendaraan bermotor dan non bermotor.
Kelas Besar (4-6 SD)
1. Pengajar membagi anak-anak ke dalam dua tim.
2. Masing-masing tim diberikan kesempatan untuk menambang 2 tipe bahan bakar (minyak dan air) yang telah disebar berupa flashcard di sekeliling daerah pos, kemudian bahan bakar tersebut menjadi modal anak untuk main ke game selanjutnya.
3. Kemudian kelompok akan menerima pertanyaan dari kakak penjaga pos dan tiap kelompok wajib menyelesaikan permasalahan tersebut. Pertanyaan tersebut berisi:
“Bagaimana Andi dapat sampai ke rumah neneknya yang berada di Kulonprogo sedang rumahnya berjarak 76 km dari rumah nenek?”
Anak-anak akan memilih kendaraan yang tepat dengan memperhatikan modal bahan bakar yang dimiliki, jarak yang ditempuh, jumlah penumpang, dan emisi dari kendaraan yang digunakan.
4. Kelompok dengan jumlah bahan bakar paling sedikit dan emisi terbanyak kalah. Kelompok yang menang dikurangi dua karbon.

OUTBOND: Pos Cerita Bergerak
Pada tema Educofunopoly, terdapat salah satu pos berupa Games Cerita Bergerak. Games Cerita Bergerak dijelaskan sebagai berikut.
Tujuan : melatih konsentrasi dan kepekaan indra pendengaran adik-adik.
Waktu : 10 menit
Cara bermain :
1. Penjaga pos akan menceritakan sebuah dongeng kepada kelompok yang datang.
2. Jika di setiap dongeng yang diceritakan penjaga pos mengandung kata “Pipit”, semua anggota kelompok harus mengepak-ngepakkan sayapnya seperti burung pipit. Apabila ada kata “Itik”, seluruh anggota kelompok harus bergoyang itik. Apabila ada kata “monyet”, seluruh anggota harus menggaruk-garuk rambutnya. Cerita dapat dibuat sendiri oleh penjaga pos atau menggunakan cerita terlampir.
3. Adik-adik berhenti memperagakan apabila penjaga pos sudah berlanjut ke kata-kata lain.
4. Adik-adik yang salah atau telat memperagakan akan diminta tari papa tome atau tarian lainya yang kakak-kakak ajarkan di tengah-tengah lingkaran.
5. Kelompok yang paling sedikit salah berhak memilih clue terlebih dahulu ya.
6. Penjaga pos boleh kok mengarang ceritanya sendiri sesuai dengan kreativitas kakak-kakak.