Sekolah Berjalan SD N Kamal, Girimulyo, Kulon Progo

Kamal, sebuah dusun yang masih asri di Kecamatan Girimulyo, Kulon Progo, sekitar 1 jam dari Kota Yogyakarta. Lokasi inilah yang akan dituju oleh volunteer BFM yang sudah datang dan berkumpul di Bundaran UGM. Kokohnya perbukitan yang mengelilingi luasnya hamparan sawah  menyejukkan hati orang yang melihatnya. Hal inilah yang menjadi daya tarik alami bagi volunteer BFM untuk selalu bersemangat bermain bersama anak-anak SD Kamal tersebut.

Walaupun embun pagi belum hilang oleh sinar sang mentari, hal ini tidak mematahkan semangat volunteer BFM untuk melaksanakan sekolah berjalan kali ini. Begitu pula dengan anak anak Grimulyo, rumah yang jaraknya begitu jauh dari sekolah melalui pematang sawah dan menyusuri bukit tidak menghalangi mereka untukdatang kesekolah pagi itu.

Antusiasme anak-anak begitu tinggi. Kedatangan kami disambut bahagia oleh anak-anak. Sorak gembira yang diteriakkan anak-anak kembali menambah semangat untuk segera memulai sekber kali ini. Tepat pukul 08.20 WIB acara Sekolah Berjalan ke 28 ini dibuka dengan perkenalan diri dan senam “papa tome papa” dari kami.
sekolah berjalan ke 28, book for mountain, we love book

Sebelum memulai perjalanan berkelilling pos, Kak Isa dan Kak Reni menjelaskan misi yang harus diselesaikan adik-adik di tiap posnya. Karena kali ini Sekolah Berjalan bertemakan “Educofunopoly”, jadi seluruh kegiatan akan membahas bagaimana cara menjaga lingkungan dengan menghilangkan kebiasaan-kebiasaan buruk yang seringkali dilakukan, seperti menghidupkan lampu di ruangan yang sedang tidak digunakan, boros air, penggunaan plastik berlebihan, dan lain-lain. Sebelum melakukan perjalanan, adik-adik dibagi menjadi empat kelompok. Adik-adik di setiap kelompok diberi modal tujuh buah bola yang dalam kegiatan ini melambangkan kebiasaan-kebiasaan buruk yang harus dikurangi dengan memenangkan games yang ada di tiap pos. Kelompok yang menang adalah kelompok yang paling sedikit menyisakan bola. Agar tahu siapa yang menang dan apa hadiahnya, yuk kita mulai aja jalan-jalannya!

Mendarat di pos 1 ternyata ada listrik. Jangan takut pos ini aman dari tegangan tinggi kok. Hehehe. Di pos ini ada Kak Pristi, Kak Uli dan Kak Ismi yang siap menceritakan bagaimana listrik bisa dihasilkan dan dapat digunakan. Di pos ini adik-adik akan ditantang untuk menyelesaikan kasus. Contoh, mereka akan mengadakan beberapa acara dirumah. Nah, ruangan mana saja yang membutuhkan penerangan lampu? Alat-alat eletronik apa saja yang perlu digunakan? Adik adik akan berdiskusi untuk menentukan efisiensi penggunaan listrik di rumah tersebut.
book for mountain, we love book, sekolah berjalan ke 28

Masuk ke pos 2, ternyata ada pos air. Di pos ini Kak Reni, Kak Rara, dan Kak Atin akan membahas mengenai siklus air. Pos ini mengajak adik-adik melakukan estafet air dengan berbagai alat dan tentunya halang rintang yang sulit supaya adik-adik ini dapat merasakan sulitnya memperoleh air saat ini. Makanya jangan boros-boros air ya, Dik, Kak!
book for mountain, we love book, sekolah berjalan ke 28

 Sampai di pos selanjutnya, ternyata ada pos kendaraan. Kak Prima dan Kak Ifah tidak akan mengajak adik-adik jalan-jalan naik kendaraan, tapi mereka menceritakan dampak buruk dari penggunaan kendaraan bermotor yang berlebihan. Kakak-kakak di pos ini juga membahas sulitnya memperoleh bahan bakar karena butuh waktu ribuan tahun untuk pembentukannya.
book for mountain, we love book, sekolah berjalan ke 28

 Di pos 4 kita menemukan banyak tas kresek, dan seperti yang kita lihat ternyata kita sudah sampai di pos plastik. Kak Tama, Kak Annisa, dan Kak Ratih akan menantang adik-adik untuk berbelanja bahan makanan di pasar. Namun, strategi dibutuhkan agar tidak terlalu banyak menggunakan plastik yang sangat susah terurai. Selamat berbelanja, Dik!

Setelah lelah berjalan, akhirnya kita sampai di pos terakhir yaitu pos baca. Hmmm. Pendinginan sambil baca buku itu rasanya istimewa. Hahaha. Kak Anita dan Kak Toto siap mengajak adik-adik mengulik isi berbagai buku dan akan meluncurkan berbagai pertanyaan agar adik-adik makin semangat baca bukunya.
book for mountain, we love book, sekolah berjalan ke 28


Akhirnya 5 pos selesai dilalui, kita menemukan para pejuang cilik yang berhasil mengurangi kebiasaan buruknya di tiap pos. Yeay!! Inilah adik-adik pejuang lingkungan dari SDN Kamal. Para pejuang ini mendapat hadiah empat batang pohon untuk menyelamatkan bumi dan semoga kehidupan di Bumi semakin baik lagi!
book for mountain, we love book, sekolah berjalan ke 28


Rasa haru dan sedih memang akan muncul disaat perpisahan terjadi. Kecamuk inilah yang terjadi dalam hati kami pada saat meninggalkan daerah Kamal. Kebahagiaan seseorang bukanlah apa yang ia dapatkan dari jerih payahnya akan tetapi sesuatu manfaat yang telah ia berikan terhadap orang lainlah yang dinamakan dengan kebahagiaan. Inilah yang menjadi dasar kuat kami untuk tetap terus melanjutkan kegiatan ini.
book for mountain, we love book, sekolah berjalan ke 28