Sekolah Berjalan di Perpustakaan Wukirsari

Minggu, 11 Desember 2016, kami kembali melakukan sekolah berjalan. Sekolah Berjalan yang biasa disingkat Sekber, kali ini bertempat di Perpustakaan Wukirsari dengan peserta dari SD N Wukirsari. Perpustakaan ini terletak di Desa Wukirsari, Imogiri sekitar 30-40 menit dari pusat kota Yogyakarta. Letaknya memang cukup jauh dari perkotaan suasana desa pun masih sangat melekat. Namun, jangan salah perpus ini memiliki bangunan dan arsitektur yang sangat bagus. Rasanya tidak seperti perpus, tapi seperti kafe. Tidak menyangka ‘kan ada perpus sebagus ini di tengah desa?

Seperti biasa acara sekber ini dimulai jam 9 pagi. Acara Sekber dibuka oleh Kak Naisa dengan perkenalan dengan adik-adik peserta sekber dan melakukan beberapa kegiatan ice breaking seperti senam “papa tome papa” dan jargon-jargon yang harus adik adik lakukan selama Sekber ini. Tema Sekber kali ini adalah “Bencana Alam”. Dalam kegiatan ini, adik-adik akan belajar tentang penanganan bencana meliputi apa yang harus dilakukan sebelum bencana, saat bencana, dan sesudah bencana terjadi. Sebelum sekber dimulai, adik-adik peserta Sekber dibagi menjadi beberapa kelompok. Setelah itu, adik-adik akan berkeliling pos-pos untuk belajar tentang penangan bencana alam ditemani oleh kakak-kakak pendamping. Akan ada 6 pos yang membahas tentang bencana alam yang kerap terjadi di sekitar kita.

Ayo ke pos 1, pos ini adalah Pos Gempa. Di sini, adik-adik akan belajar tentang gempa bersama Kak Nefa. Kak Nefa membacakan cerita dan di dalam cerita tersebut ada kata-kata khusus yang berhubungan dengan gempa. Jika kata-kata khusus itu diucapkan, adik adik harus melakukan sesuatu. Seperti ada kata berlindung, adik adik harus membuat gerakan melindungi kepala atau berlindung di bawah meja. Jadi, kalau ada gempa saat berada di ruangan berlindung di bawah meja, ya, adik-adik, supaya kepala dan anggota badan kita terlindung.

Setelah selesai di pos 1, adik-adik melanjutkan ke pos 2, yaitu Pos Banjir. Di pos ini, ada game menarik tentang banjir. Adik-adik akan dibantu oleh Kak Pristi dalam menyelesaikan misi. Ada beberapa kardus untuk menyelamatkan diri dari banjir. Setiap kardus harus dapat memuat semua anggota tim. Akan tetapi, lama kelamaan kardus itu semakin kecil seiring dengan meningkatnya ketinggian banjir. Jadi, adik-adik harus berpikir bagaimana cara membuat kardus yang kecil dapat memuat seluruh anggota tim.

Ayo kita lanjut ke pos 3. Di pos ini, ada Kak Sholeh dan Kak Tama. Kira-kira pos apa, ya, ini? Ini adalah Pos Kebakaran. Apa, ya, yang harus dilakukan jika terjadi kebakaran? Adik-adik harus keluar rumah dengan hati-hati dan memadamkan api dengan hydrant atau alat pemadam api sembari memanggil pemadam kebakaran. Game di pos ini sangat seru, yaitu gobak sodor. Game ini sangat familiar ‘kan dengan adik-adik? Adik-adik akan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu manusia dan api. Mereka yang menjadi manusia harus melewati rintangan yang sudah kakak-kakak siapkan tanpa tertangkap oleh api. Seru ‘kan game di pos ini.

Kali ini adik-adik harus menuju Pos 4 setelah misi di Pos Kebakaran selesai, yaitu Pos Angin Puting Beliung. Ada Kak Winda dan Kak Atin di sini. Mereka akan mengajarkan adik-adik apa yang harus dilakukan saat dan setelah terjadi angin puting beliung dengan bermain kucing-kucingan. Setelah Pos Angin Puting Beliung selesai, ayo kita lanjut ke Pos Emergency Kit. Kak Dea dan Kak Lili sudah menunggu. Di pos ini, adik-adik akan belajar tentang alat-alat yang harus disiapkan pada saat terjadi bencana, bahkan ada beberapa alat yang harus ada sebelum bencana terjadi. Tidak hanya belajar peralatannya saja, tetapi adik-adik juga belajar langkah mitigasi bencana.

Dan sampailah kita di pos terakhir, yaitu Pos Survival Kit. Ayo kita belajar tentang peralatan yang harus kita miliki untuk bertahan hidup. Kak Nanda dan Kak Naisa siap membantu.

Acara terakhir adalah pemutaran video tentang bencana alam dan juga bagi-bagi makanan. Setelah kegiatan sekber selesai, kakak-kakak volunteer dan adik-adik menyempatkan untuk berfoto. Sekian cerita sekber kali ini, sampai jumpa di sekber selanjutnya.