Follow Up Project Bromo

Bermain

Setelah kurang lebih enam tahun berlalu, Book for Mountain melakukan follow up project atau penunjangan kembali Project Bromo pada 25 dan 26 November 2017 lalu. Follow Up Project ini menjadi penting untuk dilakukan secara berkala untuk kembali memenuhi buku-buku di perpustakaan dan kembali berinteraksi dengan warga.

Pada tahun 2011 lalu Book for Mountain menjalankan project di Bromo, tepatnya di Desa Ngadirejo, Kaki Gunung Bromo, Sukapura, Jawa Timur. Desa ini pada saat itu terkena dampak paling parah saat Gunung Bromo meletus. Rumah, kantor desa dan sekolah tertimpa abu vulkanis. Yang terekam pada saat itu antusias anak-anak untuk belajar dan bermain bersama volunteer BFM sangatlah riang dan hangat. Pada kesempatan ini Book for Mountain menengok kembali kondisi perpustakaan yang telah dibuat di SDN Ngadirejo Perbanas juga membawa buku-buku baru yang dapat dibaca oleh pembaca disana.

Hari kumpul buku

Sebelum berangkat untuk melakukan Follow Up Project Bromo ini Book for Mountain mengadakan acara Hari Kumpul Buku untuk mengisi kembali buku-buku di Perpustakaan di Project Bromo. Kegiatan ini bekerjasama dengan Lantai Bumi Coffe, Lemari Buku-buku dan Campoerseni dan dilaksanakan pada 19 November 2017 mulai pukul 10.00 hingga 14.00 WIB yang bertempat di Lantai Bumi Coffe, Pogung baru Blok C28, Yogyakarta. Setiap orang yang mendonasikan buku-bukunya dapat meminta sketsa potrait wajah, hasil karya dari teman-teman Lemari Buku-buku dan Campoerseni.

Sekolah berjalan

Sekolah berjalan

Berbekal dengan buku-buku dari Hari Kumpul Buku tersebut tim Book for Mountain pun melaksanakan Follow Up Project Bromo dan disambut dengan antusias yang sama, semangat bermain dan belajar bersama. Setelah meninjau kembali Perpustakaan masih cukup terawat dan ada sebagian buku yang sudah terlihat lusuh petanda sering dibaca dan ada buku yang sudah tidak ada dan sudah berpindah bagi pembaca yang membutuhkannya. Selain meninjau perpustakaan, volunteer Book for Mountain juga mengadakan kegiatan belajar dan bermain bersama anak-anak. Mereka mengadakan sesi bercerita dengan topik profesi dan cita-cita, menulis cita-cita tersebut dan menggambarkan kecintaan mereka pada Desanya melalui cita-cita tersebut. Volunteer juga memberikan sesi materi serta melakukan simulasi sederhana proses meletusnya gunung berapi yang tujuannya agar anak-anak di Desa Ngadirejo semakin dekat dengan alamnya dan memahami gejala-gejala alam.