Belajar Bersama Anak-Anak Petani Cepogoh Boyolali


Desa Cepogoh, Boyolali ialah Project pertama kami di tahun 2018. Project ini kami laksanakan karena permintaan mas mustofa, salah seorang pemuda Desa Cepogoh bercerita kepada kami untuk dapat membantu menghidupkan kembali perpustakaan di desa kami. Desa Cepogoh memiliki  potensi pertanian desa yang besar. Desa ini memiliki kebun khas pegunungan (tembakau, sawi dan kol) dan kebun bunga mawar. Warga desa ini rata-rata berprofesi sebagai petani. Desa Cepogoh ini juga dikenal sebagai penghasil susu sapi.
Ada keriaan dan antusiasme dari anak-anak desa yang ternyata sudah menunggu kedatangan kami. Belum sempat pun kami menaruh tas, anak-anak sudah berlarian mengerubungi kami. Runtutan pertanyaan dan pernyataan mereka lontarkan. Anak-anak ini sudah membrondong kami ke perpustakaan untuk belajar dan bermain bersama. Perpustakaan di desa ini sangat sederhana sekali, hanya berupa ruangan kurang lebih berukuran 2, 5 x 2 m dan ada tiga meja sebagai tempat untuk menjajarkan buku-buku. Buku yang ada diperpustakaan hanyalah buku-buku pelajaran dan LKS. Anak-anak ada yang sudah lancar membaca, ada yang terbata-bata untuk mengeja, ada yang sibuk membolak-balik kertas dan terbelalak girang melihat buku pop up yang kami bawa.
Kami juga menyelipkan materi profesi di project ini. Ternyata setelah ditanya apa saja cita cita mereka, hanya satu dari sekian banyak anak yang ingin menjadi petani. Banyak diantara mereka yang ingin jadi dokter, polisi, pilot, guru, dll. Tak salah memang jika anak-anak disini ingin jadi apa yang mereka tulis. Tapi kebanyakan cita- cita yang mereka tulis nanti nya akan menuntut mereka untuk meninggalkan desanya. Padahal potensi lahan pertanian di desa ini sangat baik. Ada misi dari kami agar anak-anak disini lebih mencintai desanya dengan memanfaatkan potensi lokal, melakukan inovasi baru, menjadi pioneer daerahnya. Harapan nya nanti akan membawa desa menjadi berkembang. Setelah bercerita tentang pentingnya profesi petani, akhirnya banyak dari mereka yang ingin punya dua profesi “kak aku mau jadi polisi dan petani. “kak aku mau jadi bidan sambil tani”.
Tidak hanya mereka yang belajar dari kami, tapi kami juga banyak belajar dari mereka tentang arti kesederhanaan dan keterbatasan yang tidak patut dijadikan sebagai halangan. Saling belajar itulah yang telah kami lakukan, karena semua bisa jadi murid dan bisa juga menjadi guru.